Strategi Adaptasi Nafkah Rumah Tangga Petani Di Kawasan Peri-Urban Mamminasata

Livelihood Adaptation Strategies of Farming Households in Peri-Urban Mamminasata

Penulis

  • Rimarty Anggun Widiatri Universitas Islam Makassar

Kata Kunci:

Kata kunci: adaptasi nafkah, peri-urban, transformasi wilayah, petani, Mamminasata

Abstrak

Transformasi wilayah akibat ekspansi perkotaan telah mendorong perubahan signifikan terhadap struktur sosial ekonomi masyarakat lokal, khususnya petani. Melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci serta observasi lapangan yang dilakukan pada fase awal perkembangan kawasan Mamminasata, penelitian ini menunjukkan strategi adaptasi nafkah rumah tangga petani dalam menghadapi tekanan pembangunan di kawasan peri-urban Mamminasata. Analisis data dilakukan secara deskriptif interpretatif untuk mengidentifikasi pola strategi adaptasi nafkah yang berkembang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi nafkah petani meliputi diversifikasi ke sektor non-pertanian, konversi aset lahan, pemanfaatan jaringan sosial, serta investasi pada aktivitas ekonomi baru. Namun, strategi tersebut tidak berlangsung secara seragam. Pada lokasi yang lebih dekat dengan pusat kota,  adaptasi bersifat lebih transformatif dengan pergeseran signifikan dari sektor pertanian ke non-pertanian. Sementara itu, pada lokasi yang relatif lebih jauh daripada pusat pertumbuhan (rural), adaptasi berlangsung lebih gradual dengan tetap mempertahankan basis pertanian.Temuan ini menunjukkan bahwa posisi spasial dalam kawasan peri-urban mempengaruhi variasi strategi adaptasi nafkah serta menghasilkan diferensiasi sosial kalangan petani.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arrasyiida, R., & Arya Hadi Dharmawan. (2023). Strategi adaptasi nafkah rumah tangga petani di kawasan peri-urban. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 45–63.

Giddens, A. (2006). Sociology (5th ed.). Cambridge: Polity Press.

Kamim, R., Putri, Y., & Arya Hadi Dharmawan. (2023). Diversifikasi ekonomi rumah tangga petani di kawasan peri-urban. Jurnal Agraria, 15(2), 78–92.

McGee, T. (1991). The emergence of desakota regions in Asia: Expanding a hypothesis. In N. Ginsburg, B. Koppel, & T. McGee (Eds.), The extended metropolis: Settlement transition in Asia. Honolulu: University of Hawaii Press.

Putri, Y., & Arya Hadi Dharmawan. (2022). Modal sosial dan strategi adaptasi rumah tangga petani di wilayah peri-urban. Jurnal Pengembangan Pertanian, 9(1), 33–50.

Ravi, R., & Ponnusamy, S. (2016). Rural livelihood adaptation in peri-urban areas. Journal of Rural Studies, 45, 123–132.

Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: A framework for analysis (IDS Working Paper No. 72). Brighton: Institute of Development Studies.

Scoones, I. (2015). Sustainable livelihoods and rural development. Rugby, UK: Practical Action Publishing.

W. F. Wertheim. (1999). Indonesian society in transition: A study of social change. Jakarta: LP3ES.

Widiatri, R. A., Arya Hadi Dharmawan., & Kinseng, R. A. (2014). Impacts of megapolitan development on socio-economic and ecological change of local communities. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(2), 101–114.

Zairin, A., Arya Hadi Dharmawan., & Yulian, R. (2022). Urbanisasi dan transformasi ekonomi rumah tangga petani di kawasan peri-urban. Jurnal Ekonomi Pedesaan, 8(3), 56–71.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Widiatri, R. A. (2026). Strategi Adaptasi Nafkah Rumah Tangga Petani Di Kawasan Peri-Urban Mamminasata : Livelihood Adaptation Strategies of Farming Households in Peri-Urban Mamminasata. Agribusiness and Socioeconomic Journal, 5(1), 502–506. Diambil dari https://asejournal.fapertauim.ac.id/index.php/ASEJournal/article/view/139

Terbitan

Bagian

Articles